Habiskan saja gajimu...

Kategori │Tips keuangan



"Habiskan saja gajimu,uang diciptakan untuk dibelanjakan bukan untuk disisakan"

Uang adalah alat yang digunakan sebagai pembayaran.Dan sudah jadi fitrah manusia,bahwa menghabiskan uang lebih menyenangkan dibandingkan menyisakannya.Jadi,habiskanlah uang anda,tapi....harus dijalan yang benar.
Buatlah prioritas pengeluaran dari yang terpenting,seperti:
1.Sosial.(zakat,infak,sodakoh,iuran RT,dll)
Kita harus bersyukur atas apa yg kita miliki saat ini.Setiap harta yg kita miliki,adalah riski dari yg maha kuasa,dan ada hak dari yang maha kuasa atas riski kita.
Kita juga harus menyadari,sebagai mahluk sosial,kita berada di tengah-tengah masyarakat.Kita harus mengikuti norma-norma dalam masyarakat itu.kita harus mengeluarkan dana sosial untuk lingkungan kita,jangan sekali-kali tidak memenuhinya atau bahkan menguranginya.Karena sanksinya adalah sanksi sosial,yang bisa membuat kita merasa tidak nyaman dengan lingkungan masyarakat kita.
2.Hutang.(KPR,cicilan motor,dll)
Hutang adalah kewajiban kita kpd orang/pihak lain yang harus kita penuhi sesuai kesepakatan bersama.Bahkan ada konsekuensi 'denda' yg harus kita terima,bila terjadi keterlambatan.
Kesalahan kebanyakan orang adalah membayar hutangnya dibatas minimal hutangnya,sehingga hutangnya tak kunjung terselesaikan.Bayarlah hutang kita sesuai kemampuan maksimal kita,tanpa harus mengganggu kewajiban yang lainnya.
3.Kebutuhan masa depan (investasi).
kita harus menyiapkan masa depan diri kita sendiri,maupun keluarga kita.Milikilah asset-asset yg 'produktif',sehingga saat kita tidak produktif lagi,kita tetap mendapatkan penghasilan dari asset-asset produktif yang kita miliki.
Kita juga harus memiliki dana cadangan untuk kebutuhan mendadak atau darurat dalam hidup kita,karena kita tidaktahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita esok hari.
4.Biaya hidup.
Kebanyakan orang,menempatkan biaya hidup sbg prioritas utama,tidak demikian,karena biaya hidup adalah suatu hal yg paling fleksibel dan tidak ada ukuran nilai nominal yg pasti."dibilang cukup ya cukup,dibilang kurang ya kurang".
Kita harus bisa membedakan antara 'kebutuhan' dan 'keinginan'.'Makan' itu penting,tapi kalo 'makan-makan' adalah keinginan.
Minimalisir potensi "bocor halus" dalam pengeluaran keuangan kita.
Jadilah pengemudi keuangan anda sendiri,dan jangan jadi penumpang.karena anda akan mengetahui semua potensi yg akan terjadi.Dan bila akan terjadi kecelakaan,tentu anda lebih siap menghadapinya.
Atur uangmu,sebelum uang mengaturmu.



  • Rahasia sukses bisnis ala jepang

    Kategori │Tips wira usaha



    Jika Anda pernah mendengar Honda, Yamaha Music, Bandai, Akari, dan Sony, maka “Jepang” adalah kata yang terbesit di dalam benak Anda. Bukan hanya di Indonesia, tapi hampir seluruh dunia mengenal produk racikan industri Jepang. Hal ini membuktikan bahwa Jepang merupakan negara yang sukses di bidang industrinya. Bahkan tidak sedikit warga negara lain tertarik bekerja di saah satu industri di Jepang.

    Ketertarikan setiap orang pada Jepang terlihat dari kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu, harga yang ditawarkan kepada konsumen cukup terjangkau. Negara bunga sakura ini juga berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan, salah satunya bidang otomotif. Motor misalnya, bisa dilihat bahwa di setiap kota tersedia banyak bengkel resmi untuk memudahkan konsumen motor bila mengalami kerusakan.

    Kesuksesan industri Jepang tidak semata-mata muncul di depan mata dunia. Perlu proses hingga menempati tahap ini. Selain itu ada beberapa tips rahasia sukses yang dimiliki oleh orang Jepang. Anda tidak perlu penasaran lagi karena di bawah ini rahasia Jepang yang bisa dipelajari untuk berbisnis, yaitu :

    1.Tidak mudah menyerah

    Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jika di Indonesia Anda menemukan slogan ini, maka di Jepang akan banyak ditemukan prakteknya. Sungguh keras keyakinan orang oriental yang satu ini. Mereka memiliki prinsip harus bisa berhasil ,bahkan penganut Shinto akan malu beribadah bila belum sukses. Rata-rata dari mereka tidak asing dengan kegagalan dan persaingan yang keras.

    2.Mencintai pekerjaan

    Masyarakat Indonesia akan mengeluh jika ada penambahan jam kerja yang di luar perjanjian kerja. Mungkin hal tersebut akan menjadi bahan tertawaan bagi orang Jepang. Mereka lebih mencintai pekerjaan daripada tidur di rumahnya. Biasanya karena sangat cinta, mereka rela lembur meskipun itu tidak diminta oleh atasan. . Hidup mereka adalah untuk bekerja hingga mencapai kesuksesan,

    3.Menjadi pelaku, bukan hanya konsumen

    “Jadilah pelaku jangan diam saja”, begitulah sepenggal lirik yang dilagukan oleh Barry Likumahuwa. Anda harus belajar dari orang Jepang yang mempunyai intensitas memproduksi lebih banyak dari membeli produk. Justru mereka akan lebih nyaman menggunakan teknologi yang lama ketimbang membeli produk yang branded. Hidup prihatin juga sudah diterapkan sejak kecil, sehinggan mereka tidak masalah bila hidup sederhana.

    4.Mencintai produk dalam negeri

    Jepang memiliki tingkat eksport tinggi terhadap sejumlah produk. Awalnya eksport dilakukan dari industri kecil, industri rumah yang kemudian berkembang menjadi industri yang besar. Mereka lebih sering menggunakan produk dalam negeri daripada harus membeli produk luar. Alasannya, dengan produk hasil sendiri maka akan memperoleh masukan yang lebih baik dari warga negara Jepang. Untuk pebisnis, mulailah mencintai produk dalam negeri, maka produk yang akan Anda buat juga akan dicintai oleh setiap WNI.



  • Kekuatan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat

    Kategori │Kehidupan

    5 Kekuatan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

    Setiap manusia pasti menginginkan kesuksesan.Bukan hanya di dunia yang fana ini,tetapi juga kesuksesan di akhirat kelak yang penuh dengan keabadian.
    Berikut ini,5 kekuatan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat..
    1.Positive mindset.
    Kalau kita ingin sukses,maka kita harus yakin bahwa kita bisa meraih kesuksesan tersebut.Jika kita berpikir bisa melakukan suatu pekerjaan,maka kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya.Sebaliknya,jika kita merasa tidak bisa melakukannya,maka kita akan berhenti untuk melakukannya.
    Bukan hanya masalah duniawi saja,sukses karir,sukses berumahtangga,sukses finansial,dan lain sebagainya.Tetapi juga sukses dalam hal agama.Kita harus yakin bahwa apa yang sudah kita kerjakan (ibadah) adalah sesuatu yang sudah sesuai dengan tuntunanNya dan akan diterima di sisiNya,yang akhirnya kita akan di berikan imbalan(pahala) sesuai dengan apa yang dijanjikan kepada kita.
    2.Semangat berjuang.
    Semua orang pasti setuju bahwa kesuksesan bukanlah hal yang instan.Ada banyak proses yang harus dilalui untuk meraih kesuksesan.Kita harus bisa bangun dari jatuh kita,untuk kembali merangkai harapan-harapan kita.
    Demikian pula dalam hal agama.Setiap hamba pasti akan di uji seberapa besar ketaatannya pada Tuhannya.Dan tidak ada ujian kecuali ia mampu untuk menghadapinya.Ketika kita sedang di uji dengan cobaan yang bertubi-tubi,maka disitulah ujian kita sesungguhnya.Apakah kita tetap semangat menjalani hidup,tetap beribadah atau justru kita menyerah dengan keadaan dan melupakan kewajiban kita untuk beribadah kepadaNya.
    3.Kreatifitas.
    Setelah kita yakin akan mencapai kesuksesan dan memiliki semangat yang luar biasa,adakalanya kita akan menghadapi persaingan pasar,persaingan hidup yang mau tidak mau,kita harus ikut berkompetisi didalamnya.Kalau kita menginginkan penghasilan yang lebih,tetapi kita masih melakukan suatu pekerjaan dengan cara yang sama,metode yang sama,maka kita pasti akan terbentur sebuah dinding kuat yang susah di tembus.Kita harus bisa memberikan ide-ide baru,inovasi-inovasi baru untuk mencapai hasil yang lebih maksimal dari setiap pekerjaan kita.
    Dalam beribadah,kita juga harus mengerti bahwa ibadah yang kita kerjakan,akan ada balasan(pahala) sesuai yang telah dijanjikan Tuhan kepada kita.Dan kita juga harus faham dan mengerti keutamaan-keutamaan dari setiap ibadah yang kita amalkan.
    4.Berbagi.
    Jika kita ingin bahagia,maka kita harus bisa membahagiakan orang lain.Kebahagiaan orang yang berbagi melebihi kebahagiaan dari orang yang menerima.Orang yang berbagi akan timbul di hatinya rasa syukur atas apa yang telah dimilikinya,karena dia sadar bahwa semua yang dimilikinya hanyalah titipan semata yang pada saatnya nanti akan dimintai pertanggungjawaban atas harta yang dimilikinya.
    Kita juga harus sadar,bahwa pada harta yang kita miliki ada kewajiban yang harus kita keluarkan untuk mensucikan harta kita ,sehingga harta yang kita miliki menjadi lebih barokah untuk kita dan keluarga kita.
    5.Sang Pencipta.
    Ketika semua yang kita rencanakan telah kita kerjakan dengan maksimal,tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka kita harus mengembalikan rencana kita tersebut kepada Sang Pencipta.Dan kita harus sadar bahwa sebelum kita diciptakan,Tuhan telah membuat ketetapan untuk kita dan mahluk yang lainnya di dunia ini.
    Pada akhirnya,kita hidup di dunia ini harus mengikuti ketentuan-ketentuan dari sang pencipta.Bukan hanya di dunia saja,di akhirat kelak pun kita dijanjikan dengan kebahagiaan-kebahagiaan yang sangat luarbiasa.Jadi ikutilah ketentuan-ketentuan,aturan-aturan dari sang pencipta dan mintalah,berdo'alah kepadaNya agar kita diberikan kebahagiaan,bukan hanya di dunia tapi juga kebahagiaan di akhirat kelak.Karena Dialah yang menguasai alam semesta ini,yang menguasai dari setiap mahluk hidup di dunia ini.

    Semoga bermanfaat dan raihlah kebahagiaan anda.




  • Menikah,siapa takut...!!!

    Kategori │muda mudi


    Kalian takut Untuk menikah, Apa yang kalian tunggu ??
    Ketika seorang Muslim,pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping.
    Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada perasaan keraguan dan kekhawatiran.Khawatir bagaimana nanti setelah menikah? Apakah bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga atau tidak? Bagaimana nanti setelah mempunyai anak, mampukah membimbing dan mendidik mereka? Apalagi kebutuhan hidup sehari-hari semakin mahal dari tahun ke tahun.
    Sebaliknya, bagi mereka yang tidak memiliki kekhawatiran soal ekonomi dan sudah memiliki calon pasangan, namun sengaja tidak segera menikah. Mereka berasalan, bahwa menikah itu tidak gampang, harus menemukan kecocokan dulu, harus berpendidikan tinggi dulu, harus kaya terlebih dulu. Maka hal itu akan menjadi tumpukan dosa jika melewati masa-masa matang tidak mempersibuk diri dengan kebaikan.
    Persoalan utama seseorang yang akan menikah adalah penyakit ragu-ragu. Jika penyakit tersebut hinggap dalam pikiran dan hati seseorang, maka saat itu juga waktu yang paling tepat untuk introspeksi diri terhadap keyakinannya. Karena itulah kunci utama dalam melangkah ke depan dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup.
    “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. an-Nur [24]: 32)
    Jika memang Allah berjanji demikian, kenapa harus ragu?.Mengapa mesti ada ketakutan untuk segera menikah? Padahal, calon pasangan sudah ada. Padahal, umur sudah waktunya dan memang pantas segera menikah.
    Jangan biarkan bisikan-bisikan setan menyusup ke dalam hati. Karena itu dapat menggoyahkan keimanan kita terhadap kebenaran janji Allah Taala, termasuk ketika Allah Taala berjanji akan memampukan hamba-Nya yang miskin bila menikah. Tiada yang sulit bagi Allah Taala jika ingin memberikan karunia kepada hamba-Nya. Sungguh, Allah Taala Maha Pemurah dan Pemberi rezeki. Tinggal kita meyakini atau tidak. Dengan keyakinan itu, hidup kita akan optimis dan selalu berpikir posititf.
    Rezeki dapat berupa materi atau non materi. Namun dikatakan rezeki jika di dalamnya terdapat manfaat bagi dirinya dan orang lain.
    Dengan menikah, kita mengharapkan rezeki yang barokah. Yaitu rezeki yang dapat menentramkan hati dan mensucikan jiwa. Sehingga semakin membuat kita berbahagia dan meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan dengan semakin giat dan tekun dalam beribadah dan bekerja.

    Semoga bermanfaat.





  • Hidup ini indah....

    Kategori │Kehidupan



    Dalam hidup ini,kita pasti menginginkan sebuah kesuksesan dalam hidup kita.Bukan hanya sukses dunia yang sementara,tapi juga sukses akhirat yang kekal.
    Tapi,sungguhlah tidak mudah untuk mencapainya.Dibutuhkan perjuangan dan kesabaran,yang mungkin tidak semua orang bisa melaluinya.
    Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup,maka pintu yang lainnya dibukakan.
    Tetapi,seringkali kita hanya terpaku pada pintu yang tertutup dan melupakan pintu lain yang dibukakan untuk kita.
    Terkadang kita tidak menyadari apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya.
    Dan sungguh benar,bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki,sampai kita mendapatkannya.
    Semoga kita mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuat kita baikhati.
    Cobaan yang cukup untuk membuat kita kuat.
    Kesedihan yang cukup untuk membuat kita manusiawi.
    Pengharapan yang cukup untuk membuat kita bahagia.
    Mungkin Tuhan akan mempertemukan kita dengan orang yang salah,sebelum akhirnya mempertemukan kita dengan orang yang benar.
    Hanya perlu waktu semenit untuk menaksir seseorang,sejam untuk menyukai,sehari untuk mencintai.
    Tetapi,butuh waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
    Bermimpilah tentang apa yang kita impikan.
    Dan jadilah seperti yang kita inginkan.
    Karena mungkin kita hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan.
    Pandanglah sesuatu dari kacamata orang lain.
    Apabila hal itu menyakitkan hatimu,sangat mungkin itu menyakitkan hati orang lain.
    Orang orang yang bahagia,tidak memiliki hal yang terbaik.
    Mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
    Warnailah kehidupan kita dengan keindahan dan kebaikan.